Aduhai, Alangkah Baiknya Jika…

26 09 2008

“…….Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan……” (QS. Maryam: 23-25).

Sebenarnya hati ini cinta kepada-Mu
Sebenarnya diri ini rindu kepada-Mu

Tapi aku tidak mengerti
Mengapa cinta masih tak hadir
Tapi aku tidak mengerti
Mengapa rindu belum berbunga

Sesungguhnya walau kukutip
Semua permata di dasar lautan
Sesungguhnya walau kusiram
Dengan air hujan dari tujuh langitpun
Namun cinta takkan hadir
Namun rindu tak akan berbunga

Kucoba menhulurkan sebuah hadiah kepada-Mu
Tapi mungkin isinya tidak sempurna tiada seri
Kucuba menyiramnya agar tumbuh berbunga
Tapi mungkin kerana airnya tidak sesegar telaga kautsar

Sesungguhnya walau kukutip
Semua permata di dasar lautan
Sesungguhnya walau kusiram
Dengan air hujan dari tujuh langitpun
Namun cinta takkan hadir
Namun rindu tak akan berbunga
Jika tidak mengharap rahmad-MU
Jika tidak menagih simpati
Pada Mu Ya Alloh

Tuhan hadiahkanlah kasih-Mu kepadaku
Tuhan kurniakanlah rinduku kepada-Mu
Moga ku tahu syukurku adalah milik-Mu

Judul : Sebenarnya
Album : Puji-Pujian
Munsyid : Raihan
http://liriknasyid.com





Hati dan Laut

25 09 2008

Duduk sendirian menatap laut

Di bumi ini belum ada kehidupan

Hanya aku seorang





Merasakan Kebahagiaan Mereka

25 09 2008

Saya selalu merasa senang bila mendapat kabar ada rekan-rekan saya yang akan menikah. Si A dengan si B. Atau Si C dengan si D, dst… Terbayang wajah kedua calon mempelai yg bahagia. Saya seakan ikut merasakan kebahagiaan mereka. Yang dulu sendiri, kini tak sendiri lagi. Menggenapi setengah agama.

Jodoh itu benar2 rahasia Allah. Bisa jadi jodoh itu sebenarnya dekat. Tak disangka, tak diduga. Demikianlah Allah SWT memenuhi janji-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Untuk yang sudah menikah, syukurilah segala karunia Allah SWT dan sabarlah dalam memasuki babak kehidupan yang baru. Untuk yang belum menikah, jangan khawatir, yakinlah bahwa Allah SWT pasti akan memberi di saat yg tepat, segala sesuatu sudah ada ukurannya. Kuncinya adalah berikhtiar dengan penuh ketaqwaan dan kesabaran.

Dua insan dari latar belakang keluarga yg berbeda akan bersatu dalam naungan mitsaqan ghalizhan,  Alhamdulillah ya Allah… Barakallahu laka wa baraka ‘alaika, wa jama’a bainakuma fi khair.





Cita-Cita

19 09 2008

Setiap manusia merancang cita-cita

Mengikuti arus zaman

Makhluk-makhluk yang kebingungan

Mabuk arus cita materialisme

Orang-orang beriman

Mengambil jalan berbeda

Melawan arus kebiasaan masyarakat

Meski sendirian…

Berpijak pada cita berlandaskan syariat

Menjunjung tinggi kitabullah

Ya Rabb… istiqomahkanlah kami di jalan-Mu

Teguh pendirian

Seperti kisah pemuda kahfi

Atau kisah pemilik dua kebun

Dengan satu cita tertinggi,

Hingga tak ada lagi fitnah dan agama ini hanya milik Allah





RUU Pornografi di Tengah Air Bah Pornografi

18 09 2008

Air bah pornografi tidak bergerak sendiri seiring,
semua itu digerakan kelompok permisif dan adiktif.
Tak ada sosok orang yang resminya didalamnya,
namun ada kapitilisme raksasa yang menguasainya,
sehingga banyak media diguyur dana-dana untuk menyuarakannya

Teman-teman seniman gak perlu terkekang dengan UU ini,
banyak kreativitas yang bisa tuan-tuan kembangkan.
Misalnya menyangkut tiga hal : kemiskinan, kebodohan dan ketidakadilan,
tiga tema ini akan menghabiskan waktu,
daripada mengumbar aurat yang tidak berguna bagi kaum muda.
Rasa malu sudah mulai terkikis,
untuk mengembalikan itu menjadi tugas kita bersama

- Taufik Ismail-





Syaitan Itu Hanya Menyuruh Kamu Berbuat Jahat dan Keji…

8 09 2008

Jangan turuti setiap bisikan dalam dada yang engkau tahu,

itu akan membawamu melanggar perintah Allah SWT.

Turutilah bisikan yang membawamu dekat pada perintah Allah SWT

Oleh karena itulah setiap kita harus memiliki ilmu agama.

Untuk dapat membedakan bisikan dalam dada

“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sesembahan manusia. (berlindung) Dari kejahatan syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6).

Dan katakanlah: “Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.” (QS. al-Mukminun:97-98)

Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah: 169)





Adakah Engkau Mendengar Bisikan Mereka?

5 09 2008

Dan berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka. Adakah engkau (Muhammad) melihat salah seorang dari mereka atau engkau mendengar bisikan mereka?” (QS. Maryam:98)

Ya… masa telah berlalu

Tak ada lagi sosok dan suara generasi manusia terdahulu

Begitupun kita kelak

Tak akan lagi dilihat mata

Tak akan lagi didengar telinga

Sepi…

Hening…

Hanya ada hiruk pikuk generasi baru





Dan Laki-Laki itu Tidaklah Sama dengan Perempuan…

2 09 2008

Merebaknya paham sekularisme di tengah-tengah kaum Muslim yang melahirkan kebebasan dan gaya hidup individualis-materialistis rupanya telah memberikan pengaruh besar kepada kaum Muslim dan mengkondisikan mereka untuk menerima apapun yang berbau “modern”. Wajar jika kemudian, kebahagiaan diukur dengan nilai-nilai yang bersifat duniawi, seperti terpenuhinya sebanyak mungkin kebutuhan jasmani atau sebanyak mungkin materi yang dihasilkan. Akhirnya, para wanita bersaing dengan kaum pria untuk menghasilkan karya dan mendapatkan materi sebanyak-banyaknya sehingga peran wanita sebagai istri dan ibu sering diabaikan dan dianggap tidak berarti, karena tidak dapat memberikan konstribusi secara ekonomi kepada keluarga.

“….Dan laki-laki itu tidaklah sama dengan perempuan.   …” (Qs. Ali Imran: 36)

“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah)….” (Qs. Al-Ahzab: 33)

Shalat malam, tilawah, shalat subuh, zikir, tilawah, mandi, berhias untuk suami, menyiapkan makan pagi, menyapu, mengepel, mencuci baju, shalat dhuha, memasak, mencuci piring dan panci2, menjemur pakaian, membereskan kamar, membaca berita dan informasi, shalat zuhur, zikir, tilawah, mengangkat jemuran, membuat konsep2 usaha di rumah, shalat ashar, zikir, tilawah, menyapu, menyetrika, mandi, shalat maghrib, zikir, tilawah, shalat Isya, zikir, tilawah, menyiapkan makan malam, menonton TV. Terkadang bisa ditambah membaca al ma’tsurat, shalat sunnah, menghafal al quran, ngaji, membaca buku Islam, membersihkan wc, mengetik artikel, menjawab aneka pertanyaan masalah2 muslimah, next.. dakwah muslimah.

Apaka semua itu bukan aktivitas?

“Ngapain aja di rumah?” adalah pertanyaan aneh yang tidak perlu dijawab.





Wahai Orang-Orang yang Beriman….

2 09 2008

Kehidupan bagaikan roda….

“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istri dan anak-anak kalian ada yang menjadi musuh bagi kalian, maka hati-hati/waspadalah kalian dari mereka.” (At-Taghabun: 14)

Beribu zaman terus berputar…

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta kalian dan jangan pula anak-anak kalian melalaikan kalian dari berdzikir/mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (Al-Munafiqun: 9)

Namun satu tak akan pudar….

“Katakanlah: ‘Jika bapak-bapak kalian, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, rumah-rumah tempat
tinggal yang kalian sukai, adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.’ Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (At-Taubah: 24)

Cahaya Allah tetap membahana…